KEMBALI KE

Tuesday, March 20, 2007

MELEK DONG

Indonesia sebagai negara pengutang terbesar di dunia. Menurut data terakhir Bappenas 2006, utang negara sudah mencapai US$ 130 miliar, terdiri dari utang luar negeri US$ 67,9 miliar dan utang domestik Rp 658 triliun. Setiap tahunnya pemerintah harus membayar cicilan utang luar negeri yang jatuh tempo Rp 96 triliun, ditambah beban utang dalam negeri Rp 60 triliun, sehingga setiap tahun Indonesia harus membayar utang Rp150 triliun - Rp 170 triliun. Hal tersebut menyebabkan sekitar 27% anggaran negara setiap tahunnya hanya untuk membayar utang. Artinya, porsi negara untuk membiayai rakyatnya menjadi sangat minimal.

Beban utang tersebut membuat negeri ini terjerumus kedalam jurang kemiskinan. Selain memiskinkan rakyat melalui utang, Bank Dunia juga menjadi badan super power yang bisa mengintervensi setiap kebijakan pemerintah di negara-negara pengutang.

Lewat berbagai kesepakatan pencairan utang, Bank Dunia dan IMF selalu menekan negara-negara penerima utang untuk membuat kebijakan yang menguntungkan negara donor. Bahkan, Bank Dunia dan IMF bisa menekan pemerintah untuk mengubah atau membuat produk perundang-undangan suatu negara.*

Sumber: Pembaruan Tani

No comments:

KEMBALI KE